Postingan

Featured Post

KEUTAMAAN ILMU SYAR’I DAN MEMPELAJARINYA

Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Allah Ta’ala telah memuji ilmu dan pemiliknya serta mendorong hamba-hamba-Nya untuk berilmu dan membekali diri dengannya. Demikian pula Sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang suci. Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (wafat th. 751 H) rahimahullaah menyebutkan lebih dari seratus keutamaan ilmu syar’i. Di buku ini penulis hanya sebutkan sebagian kecil darinya. Di antaranya: [1]. Kesaksian Allah Ta’ala Kepada Orang-Orang Yang Berilmu Allah Ta’ala berfirman, “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tidak ada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) melainkan Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” [Ali ‘Imran: 18] Pada ayat di atas Allah Ta’ala meminta orang yang berilmu bersaksi terhadap sesuatu yang sangat agung untuk diberikan kesaksian, yaitu keesaan Allah Ta’ala... I...

BERAKHLAK BAIK DAN PENTINGNYA BAGI PENUNTUT ILMU

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Bagian Pertama dari Empat Tulisan 1/4 Wahai saudara-saudara sekalian, (pada) kesempatan baik ini saya akan menyampaikan pembicaraan tentang berakhlak baik. Dan akhlak, sebagaimana dikatakan ulama adalah gambaran batin manusia, karena (pada dasarnya) manusia mempunyai dua bentuk, bentuk luar (yaitu fisik) yang Allah ciptakan badan padanya. Dan sebagaimana kita ketahui bersama bahwa bentuk luar ini ada yang diciptakan dalam bentuk yang indah, dan ada yang diciptakan dalam bentuk yang buruk, dan ada yang diciptakan dalam bentuk diantara keduanya. Dan bentuk batin (demikian juga) ada yang baik dan ada yang buruk, serta ada yang diantara keduanya, dan bentuk batin inilah yang dikatakan sebagai akhlak. Jika demikian halnya, maka yang dinamakan akhlak adalah : “Gambaran batin, dimana manusia berwatak seperti gambaran batin itu”. Dan sebagaimana akhlak itu merupakan suatu tabiat (pemberian Allah), sesungguhnya akhlak baik juga dapat diper...

Ternyata Nabi Pernah Tersihir...! (bag. 1)

Dunia sihir dan perdukunan telah dikenal oleh manusia sejak zaman dahulu hingga zaman modern seperti sekarang ini. Sihir yang dikenal pada zaman dahulu tidak jauh berbeda dengan yang ada pada zaman sekarang, hanya saja sihir yang ada pada zaman sekarang memiliki “kemasan” yang lebih variatif dan bersifat komersil. Sebut saja sihir pelet, santet, guna-guna, aji-aji, sulap, hipnotis, dan semisalnya. Al-Qur’ân dan as-Sunnah telah menjelaskan akan adanya sihir berikut cara pencegahan dan pengobatannya. Bahkan telah disebutkan dalam sirah nabawiyah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah disihir oleh seorang Yahudi bernama Labid bin al-A’shâm, kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berdo’a kepada Allâh Subhanahu wa Ta'ala untuk memohon kesembuhan. Itulah cara pengobatan sihir paling tepat yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim, yaitu memohon kesembuhan kepada Allâh Subhanahu wa Ta'ala dengan cara-cara yang telah disyari’atkan. Sehingga tidak patut bag...

Haruskah Taqlid?

Islam telah menjadikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai hakim dalam setiap perkara syari’at. Oleh karena itu, para Salafush Shalih dari kalangan Shahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in, dan generasi setelahnya sepakat tentang wajibnya berpegang teguh pada Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meninggalkan semua perkataan manusia yang menyelisihinya, tanpa kecuali. Maka orang-orang yang sejalan dengan mereka inilah yang disebut dengan Ahlus Sunnah . Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendakwahkan Islam kepada para Shahabat atas dasar ilmu dan wahyu dari Rabbul ‘Alamin. Oleh karena itu, Islam mendasari segala sesuatu dengan ilmu dan keadilan. Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, قُلْ هَـذِهِ سَبِيْلِى أَدْعُواإِلَى اللهِۚ عَلَى بَصِيْرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِىۖ … ۝ Artinya: “Katakanlah (Muhammad), ‘Inilah jalanku yang lurus, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan ilmu.’” (Qs. Yusuf: 108) Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah ...

Visitor

Online

Related Post